Bayu Nugroho Saputro atau yang kerap dikenal dengan nickname Bay merupakan atlet esports profesional yang sering kali mewarnai gelaran turnamen major dari game Garena Free Fire.

Bayu merintis prestasinya sebagai atlet esport dimulai dari turnamen Free Fire Royal Combat 2. Kini, Bay telah meraih berbagai macam prestasi, seperti finalis Free Fire Indonesia Master Season 1 dan sukses menjuarai Free Fire Indonesia Master Season 2.

Mantan pemain Dranix Esports tersebut juga mewakili Indonesia di kancah esports Free Fire skala internasional, Free Fire World Cup 2019. Pemain GGWP.ID Soekarno tersebut tidak hanya berprestasi di bidang esport, karena dia juga memiliki beragam prestasi di bidang akademis. 

Bayu yang sekarang sudah banyak dikenal merupakan pemain esports profesional. Awal kariernya ‘meroket’ sejak menjadi finalis di FFIM Season 1 dan diakuisisi menjadi roster Louvre Esports, kemudian Bay berlabuh ke Dranix Esport hingga kini bermain untuk GGWP.ID Soekarno di Free Fire Master League Season 1.

Tips Menjadi Seorang Pemain Profesional

Pada kesempatan wawancara kali ini Bayu memberikan beberapa tips untuk menjadi seorang pemain profesional. Bayu sendiri gagal tampil di Free Fire Indonesia Master 2020 Spring karena GGWP.ID Soekarno harus tereliminasi di dasar pot D pada Free Fire Master League Season 1.

“Pemain profesional sendiri tidak harus dalam organisasi esport tertentu, tapi pemain profesional itu adalah orang yang mengerti gameplay dan dewasa dalam mengatasi masalah,” ujar Bayu. 

“Untuk META sekarang, strategi bertahan banyak digunakan oleh beberapa tim, jadi kalian harus berlatih bagaimana cara bertahan yang baik dan cara mendobrak pertahanan lawan.

Untuk upaya bertahan diusahakan menguasai bangunan yang bertingkat dan harus selalu dalam keadaan siaga. Selain itu, masing masing role harus mengetahui tugas mereka ketika strategi bertahan seperti itu dilakukan.” Tambah Bayu.

Dan strategi untuk mendobrak pertahanan lawan di bangunan yang bertingkat, usahakan komunikasi yang baik dan instruksi cepat serta timing yang pas. Jangan lupa spam granat atau flashbang untuk memecahkan konsentrasi lawan,” ujar Bayu. 

Dengan pengalaman dan skill yang dimiliki oleh seorang Bay, tidak menutup kemungkinan dia akan kembali berada di panggung besar Free Fire Indonesia Master di seri-seri yang akan datang.

Penasaran dengan aksi 12 tim tesisa dalam meraih tiket ke Grand Final FFIM 2020 Spring? Saksikan secara langsung gelaran Play-Off FFML Season 1 di Tennis Indoor Senayan pada 22 Februari 2020, atau simak melalui kanal YouTube Garena Free Fire Indonesia.